Belah Duren

Hari ini Ahad 08 Agustus 2010 saya kawinkan Kenari Pejantan saya dengan Kenari Betina yang saya beli di Pasar Burung Sukahaji Bandung kira-kira pada bulan Januari 2010. Gara-gara di Bandung inilah awal mula saya suka sama burung Kenari.

Kira-kira bulan September 2009 hingga April 2010 kemarin saya sempat mendapat tugas kerja di Bandung. Di daerah tempat tinggal kost saya di daerah Cisitu Lama (Dago) banyak yang memelihara burung Kenari. Di karenakan setiap hari saya selalu melihat tingkah laku burung Kenari di sekitar kost, saya jadi pengen dan penasaran ingin memelihara burung Kenari sendiri.

Waktu itu saya sempat melirik burung Kenari yang ada di daerah Cilaki tepatnya di Taman Cilaki yang banyak orang berjualan tanaman hias. Niat dari kost ingin membeli bonsai buat hiasan di kamar kost. Kebetulan ditempat tersebut tergantung 3 sangkar burung yang berisikan Kenari semua. Sumpah rame banget suara ketiga burung Kenari tersebut. Saya beranikan diri untuk membawa pulang salah satu dari Kenari tersebut namun belum boleh sama Pak Asep (saya masih ingat namanya). Dengan perasaan penuh kecewa akhirnya saya pulang ke kost dan hanya membawa satu pot bonsai yang saya beli dari Pak Asep tersebut.

Keesokan harinya (mungkin karena masih emosional) akhirnya saya pergi ke Pasar Burung Sukahaji Bandung. Di situ saya ketemu dengan Bapak-Bapak yang kiosnya dekat dengan pintu masuk pasar. Bapak tersebut meyakinkan saya bahwa anakan Kenari yang dia jual prospeknya bagus. Pertama dari segi warna, warna Kenari tersebut kira-kira menginjak usia 5 bulan warna merahnya akan semakin menyala. Kedua, burung tersebut sudah ngriwik dan di pastikan Jantan. Karena waktu itu saya belum ngerti Kenari, akhirnya saya bawa itu burung ke kost. Tiap hari Kenari tersebut saya rawat dengan penuh kasih sayang. Hingga saya di minta balik ke Jogja Kenari tersebut saya bawa juga. Waktu itu Kenari saya naik kereta Turangga melalui salah satu jasa titipan kilat yang ada di stasiun Bandung.

Ternyata oh ternyata, setelah sekian lama saya memelihara Kenari tersebut, pada hari ini Ahad 08082010 saya baru tahu dan yakin kalo Kenari yang selama ini saya pelihara dan gadang-gadang adalah BETINA. Fyyyyiiiiiiiiiuuuuuuhhhh…… Kecewa??? Tidak juga. Saya masih ingat dengan petuah sesepuh Kenari di Solo “Kalo ada betina yang mau bunyi dan bisa di jodohkan Insyaa Allah anakannya akan bagus dan rajin berbunyi”. Nah, Kenari betina saya ini kebetulan juga rajin berbunyi namun suaranya tidak sekeras dan senyaring Kenari saya yang lain. Sempat saya coba jodohkan dengan beberapa Kenari jantan saya namun malah perang terus. Kata Bapak sesepuh Kenari di Solo tersebut, tipe betina seperti ini memang susah sekali di jodohkan dan dikawin sama pejantan. Karena saya masih penasaran, akhirnya saya bawakan Kenari saya yang saya titipkan di tempat teman yang waktu itu saya titipkan karena saya sedang belajar memaster beberapa Kenari F1 saya. Kenari yang saya titipkan ini gacornya minta ampun, namun suaranya hanya standar saja tidak ada isiannya. Volume cukup panjang dan nyaring.

Niat awal hanya coba-coba, namun ketika dua sejoli ini saya dekatkan, si betina langsung mengepak-ngepakkan sayapnya yang menurut saya itu tandanya dia ingin kawin. Tanpa ba-bi-bu dan menunggu lama, dua sejoli tadi langsung saya pindahkan ke kandang yang lebih besar. Tidak ada 5 menit, dua burung yang sedang kasmaran tersebut langsung eng-ing-eng didepan mata kepala saya sendiri. Peristiwa 17+ tersebut terjadi sangat cepat dan berlangsung hanya beberapa detik. Sayapun kalah cepat dengan kecepatan bercinta burung tersebut di banding kesigapan saya membidik kamera 😀

Alhamdulillah, pada hari ini Ahad 08082010 untuk yang pertama kali dalam sejarah hidup saya, saya berhasil mengawinkan Kenari jenis AF. Peristiwa ini akan saya jadikan tonggak terbentuknya embrio “DM Kenari Farm” sebelum saya bercita-cita dan saya harus mewujudkan cita-cita tersebut untuk memiliki beberapa ekor indukan Kenari Yorkshire. Semangat-semngat-semangat!!! 🙂

Iklan
Dipublikasi di Manuk | 2 Komentar

Sekedar Testing Saja

Malam ini saya tidak bisa tidur apa karena memikirkan burung Kenari saya yang besok akan saya tinggal selama 3 hari ya hehehe…

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dipublikasi di Manuk, Manuk | 2 Komentar

MENAKLUKKAN TANTANGAN

Bismillahirrahmanirrahim, pada kesempatan awal ini saya ingin berbagi dengan teman-teman sesama pencinta Kenari berkaitan dengan kendala dan hambatan saya menyalurkan hobi saya yang mungkin dianggap “sia-sia” oleh keluarga dan orang yang selama ini saya anggap dekat dengan saya.

Keluarga dan orang terdekat saya selalu menganggap remeh setiap aktivitas yang saya lakukan yang berkaitan dengan burung Kenari. Mulai dari beli anakan Kenari usia 24 hari yang menurut mereka harganya “tidak masuk akal” hingga pembelian kandang berikut aksesorisnya dan harga pakan import (yang memang lumayan mahal) untuk burung Kenari saya yang katanya hanya buang-buang duit saja.

Menurut saya, dibelahan dunia manapun yang namanya hobi pasti mahal. Namun dibalik kemahalan tersebut kita akan mendapatkan sebuah “kepuasan batin dan sensasi yang luar biasa” yang belum tentu akan kita dapatkan diluar hobi tersebut.

Hari ini Ahad 1 Agustus 2010, tadi siang saya ke Prambanan melihat lomba burung berkicau yang diberi nama “Piala Raja”. Antusiasme peserta dan penonton sangat luar biasa. Mereka datang dari berbagai pelosok Nusantara. Di ajang ini adrenalin saya semakin terpacu. Membayangkan bagaimana saya bisa memiliki burung-burung kualitas lomba yang begitu menarik perhatian peserta dan penonton lomba tersebut.

Sangat mustahil dan tidak mungkin saya bisa meminang salah satu burung peserta lomba tersebut. Sudah pasti harganya sangat mahal. Sebagai karyawan kecil saya sadar akan hal tersebut mengingat penghasilan saya yang Alhamdulillah meskipun kecil namun selalu saya syukuri. Salah satu cara untuk meraih impian saya untuk memiliki burung bagus adalah membeli bahan atau anakan yang harganya Insyaa Allah masih  terjangkau oleh kantong saya.

Dari sini saya ingin belajar bagaimana merawat anakan burung Kenari agar setelah dewasa nanti kualitasnya tidak kalah dengan “Kenari Top Markotob” yang sering menjuarai lomba di arena pertarungan :D.

Disela-sela waktu saya bekerja, Insyaa Allah saya selalu menyempatkan belajar bagaimana cara merawat burung Kenari yang baik dan benar.

Alhamdulillah hingga saat ini saya sudah memiliki 2 KN F1YS jantan, 2 KN AF Super jantan, 3 Ciblek Kebun, 2 Pleci dan 2 Gelatik yang selalu mengisi hari-hari indah saya, hehehe…. Meskipun cercaan datang bertubi-tubi dan hobi saya selalu diangap sia-sia, Insyaa Allah saya tidak akan pernah menyerah. Teman-teman, doakan saya untuk bulan November tahun ini saya bisa menghadirkan Kenari Yorkshire DKB 10 yang sebentar lagi akan masuk Indonesia. Semangat-Semangat-Semangat..!!! 🙂

Dipublikasi di Manuk | 5 Komentar

بِسْمِاللّهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْ

Soft Opening tempat dimana aku bisa menceritakan pengalamanku memelihara burung Kenari. بِسْمِاللّهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْ

Dipublikasi di Manuk | Meninggalkan komentar